Kamuyang ingin tanamannya cepat berbuah, cobalah menggunakan pupuk hijau secara tepat. Pemberian pupuk hijau pada tanaman buah sendiri dapat mengurangi hilangnya unsur hara nitrogen di dalam tanah hingga 97 persen. Penggunaan pupuk hijau secara teratur akan memperbaiki struktur tanah dan menekan pertumbuhan gulma dan mencegah erosi. 7Tabulampot yang Cepat Berbuah. 1. Jeruk Nipis. Rekomendasi tanaman buah pertama dalam pot adalah jeruk nipis. Jenis buah ini dikenal dapat tumbuh dalam pot secara cepat. Sudah banyak orang yang memilih tanaman ini untuk ditanam dalam pot. Tidak hanya buahnya yang bermanfaat, daunnya juga. Pemangkasantabulampot dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap pendek dan cepat berbuah. Prioritas pemangkasan lebih disarankan pada daun tua. Pemangkasan tabulampot dapat dilakukan dengan teori 1-3-9. Artinya, setiap 1 batang primer maksimum ada 3 batang sekunder. 1 batang sekunder maksimum maksimal ada 3 batang tersier. OJLbWF. FilterRumah TanggaTamanPertukanganAlat PerkebunanBukuPertanianMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 37 produk untuk "pupuk tabulampot agar cepat berbuah" 1 - 37 dari 37UrutkanGaransi !!, Pupuk Tabulampot, Pupuk Tabulampot Agar Cepat PusatMallStoreMOBAPupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Terbaik !! 1%SurakartaPupuk Tabulampot Cepat Berbuah,Pupuk Buah Organik TerbaikPupuk Tabulampot Anggur, Pupuk Buah Anggur Agar Cepat PusatAGEN PUPUK PERTANIANPupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Reaksi 1%SurakartaPupuk Tabulampot Cepat Berbuah,Pupuk Buah Organik TerbaikProduk TerbaruReadyyyy Pupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Pupuk Buah TimurfumihiroProduk TerbaruPupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Pupuk Buah BaratSistala MustPupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Pupuk Buah 5 rbBogorCV MAKMUR TANIProduk TerbaruTerlaris Pupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Pupuk Buah Jemberranistore01Produk TerbaruPupuk Tabulampot Agar Cepat Berbuah, Pupuk Buah Terbaik PROMO BaratUD Sarana_TaniProduk TerbaruGaransi !!, Pupuk Tabulampot, Pupuk Tabulampot Agar Cepat PusatRenjiro Higashi Market Beragam cara dilakukan supaya tabulampot cepat berbuah seiring kerap dijumpainya tanaman buah yang kita tanam dalam pot sangat subur akan tetapi hanya daunnya saja yang lebat tanpa menunjukkan tanda-tanda akan berbuah meski telah melakukan perawatan dalam waktu yang cukup lama. Hal tersebut sering terjadi dan bisa saja salah satu penyebabnya berasal dari kesalahan kita dalam merawat tabulampot tanaman buah dalam pot Cepat BerbuahSalah satu di antaranya adalah terlampau rajin memupuk tanaman dengan dosis yang tinggi, dengan harapan tanaman dapat tumbuh subur serta membuahkan buah yang banyak. Padahal pada akhirnya hanya tanaman yang menjulang tinggi dengan cabang yang banyak serta daun yang rimbun, tanpa membuahkan buah. Sama halnya apabila tanaman di berikan pupuk kimia yang berlebih tanpa di sertai dengan pupuk organik, tanah dapat menjadi keras sehingga mengakibatkan tanaman sulit mendapatkan unsur hara untuk pertumbuhannya. Berikut ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan dan dapat di lakukan supaya tabulampot cepat berbuah 1. Tanaman buah harus sesuai dengan iklim di daerah setempatJangan sampai tanaman dataran tinggi di tanam di dataran rendah, begitupun sebaliknya. Hal ini menjadi penting di perhatikan karena akan menentukan tanaman tersebut dapat berbuah jika sesuai dengan ketinggian tempat tumbuhnya. Sebagai contoh, jenis strawberry akan rajin berbuah jika ditanam di daerah dingin dan kurang cocok ditanam di daerah panas atau dataran Asal usul bibit yang jelasTempat pembelian dan perolehan asal bibit yang di tanam di pot harus jelas. Sangat dianjurkan untuk membeli bibit di tempat penangkar yang terpercaya, seperti di lokasi kami. Karena hanya TanamanMart memberikan jaminan garansi kualitas dan keaslian bibitnya. Dengan mengetahui varietas dan asal usul bibit yang jelas maka dapat menghilangkan salah satu penyebab tanaman tidak Bibit yang akan ditanam telah cukup umurAgar tabulampot cepat berbuah usia bibit juga harus menjadi pertimbangan, sehingga tidak menunggu terlalu lama untuk membuahkannya. Usia yang ideal adalah antara 4-6 bulan sejak bibit turun dari media tanam harus memenuhi syarat tumbuh tanaman. Untuk itu harus memahami jenis campuran media yang cocok untuk suatu tanaman buah. Media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang, kompos, dan bahan lain sebagai tambahan. Penggantian media tanam sangat di sarankan setahun sekali. Cara penggantiannyapun bisa dilakukan hanya sebagian media Suplemen yang seimbang untuk tabulampot cepat berbuahKebutuhan hara dan nutrisi juga harus cukup. Untuk itu, pemupukan secara rutin menjadi hal utama. Kelebihan dan kekurangan dosis tentu dapat berdampak buruk bagi tanaman. Pada intinya tanaman membutuhkan unsur hara makro N,P, dan K serta unsur hara mikro , seperti Ca,Mg,dan S. Pastikan waktu dan cara pemberiannya tepat agar tanaman dapat memanfaatkan pupuk secara maksimal. Sehingga tabulampot cepat berbuah. Selain itu, supaya tabulampot cepat berbuah dan tumbuh subur harus di berikan suplemen tanaman. Suplemen ini bisa merangsang tumbuh supaya lebih cepat SuplemenSuplemen ini bisa berbentuk pupuk organik. Pemberian pupuk organik ini amat disarankan. Pupuk organik tidak saja aman untuk lingkungan namun juga aman untuk kesehatan tubuh karena tidak mengeluarkan residu. Pupuk organik ini dapat berbentuk kompos organik. Bisa juga terbuat dari bahan-bahan berupa tanah subur dengan terlebih dulu digabung sekam serta pupuk kandang yang telah difermentasi hingga gampang diserap itu, suplemen pertumbuhan dalam bentuk cair juga bagus untuk mempercepat perkembangan tanaman. Pada umumnya, penyemprotan suplemen minimal 2 minggu Intensitas sinar matahariSeluruh tanaman amat membutuhkan matahari, saat mempercepat sistem fotosintesanya. Tetapi perlu diingat, tidak semua jenis tanaman senang dengan cahaya matahari yang terlampau Pengendalian hama dan penyakitAda banyak jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman. Untuk itu, perlu perawatan secara intensif agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit sehingga tabulampot cepat Teknik pemangkasan yang tepat supaya tabulampot cepat berbuahPemangkasan pada intinya bertujuan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap pendek dan sehat serta membuat tabulampotai. Fungsi dari pengeratan ini untuk menghalangi makanan yang telah ada di batang turun lagi melewati susunan kambium. Teknik pengeratan ini dapat merangsang tabulampot cepat berbuah. Pengeratan ini harus pada masa musim kemarau. Pengeratan secara terus-menerus dapat mengakibatkan air masuk ke batang serta mengakibatkan busuk pada batang serta busuk pada akar. Hindari juga mengerat batang pada musim hujan, karena dapat mengakibatkan busuk pada Melakukan stress airBanyak cara dan trik sederhana untuk membuat tabulampot cepat berbuah. Cara yang paling sederhana agar tabulampot cepat berbuah adalah dengan cara melakukan stress air pada tanaman tersebut. Namun perlakuan stress air tidak boleh secara asal atau secara sembarangan. Tanaman yang baru saja melewati proses tanam penyiramannya tidak harus setiap hari. Idealnya setelah sekian hari berlangsung adaptasi, baru siram tanaman dengan normal. Gunanya untuk lebih mempercepat sistem perangsangan tanaman supaya mengeluarkan bunga. Bila tanaman berlebihan air, bukannya buah yang muncul akan tetapi cuma daunnya saja sederhana stress air supaya tabulampot cepat berbuahStress air untuk merangsang agar tanaman pot cepat berbuah lebat caranya sangat mudah. Yang perlu kita lakukan adalah dengan cara jangan melakukan penyiraman dengan waktu tertentu. Sebagai Contoh, lakukan penyiraman pada tanaman pot tersebut supaya tanaman tersebut tidak mati saja. Bisa 10 hari sekali atau bahkan kita siram 1 bulan sekali saja. Lakukan stress air ini selama 3 bulan saja, selanjutnya setelah 3 bulan lakukan penyiraman normal seperti semula setiap pagi dan sore hari. Tidak lama kemudian tanaman buah tersebut akan berbunga lalu produk bibit buah yang berkualitas hanya di tempat informasi lebih lengkap silahkan berkunjung langsung ke lokasi atau hubungi sales marketing Showroom dan Marketing Office Kota Delta Mas Zona Amerika Jalan Pasadena Raya Depan SDIT Nurrahman Cluster El Verde Pasirranji Cikarang Pusat Jawa Barat 17531Phone 021 2909 4048HP 0812-1303-0404 SMS/WA/TELP Cara merawat dan menanam tabulampot atau tanaman buah dalam pot tentu berbeda dengan tanaman buah yang tumbuh langsung di tanah. Akar tabulampot yang hanya sebatas berada dalam pot mengakibatkan konsumsi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan tergantung pada bagaimana cara perawatanya. Pemberian air dan pupuk sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan buahnya. Hal ini tentu berbeda dengan tanaman buah yang tidak berada dalam pot. Akarnya bisa menjalar ke mana saja sehingga konsumsi air dan pupuk bisa di dapat dari dalam tanah. Baca juga Bagaimana Memilih Bibit Untuk Tabulampot? Kehadiran tabulampot sebenarnya untuk menjawab kegelisahan masyarakat di tengah keterbatasan ketersediaan lahan. Sebab umumnya tanaman buah membutuhkan ketersediaan lahan yang cukup luas mengingat postur tanaman buah yang cukup tinggi dengan perakaran yang dalam. Hal ini tentu menyulitkan bagi mereka dengan lahan terbatas. Maka kehadiran tabulampot menjadi solusi. Hal ini tak lain karena tabulampot mampu menyerap air dan pupuk hingga 80 persen. Jauh lebih tinggi dibanding dengan tanaman di luar pot. Hasilnya tanaman buah dengan akar yang hanya terbatas dalam pot mampu tumbuh subur dengan kualitas buah yang jauh lebih banyak. Apalagi usia berbuahnya juga relatif lebih singkat. Jenis-Jenis Tanaman Tabulampot Hampir semua tanaman buah bisa tumbuh dalam tabulampot. Hanya saja, tidak semua tabulampot mampu menghasilkan buah. Sekalipun mampu tumbuh subur, beberapa buah nyatanya tidak bisa berbuah jika ditanam menggunakan metode tambulampot. Jika di kategorikan dari tingkat mudah atau tidaknya berbuah dalam tabulampot, beberapa buah dapat di kategorikan dalam kategori mudah, sulit dan belum bisa berbuah. Tanaman buah yang mudah berbuah dalam tabulampot, terdiri dari jeruk, sawo, mangga, jambu biji, anggur, dan jambu air. Tanaman buah yang sulit berbuah dalam tabulampot, terdiri dari lengkeng, rambutan, duku, manggis, dan jambu bol. Tamanan buah yang belum bisa berbuah dalam tabulampot, terdiri dari alpukat dan durian. Alpukat dan durian masih belum bisa berbuah dalam tambulampot karena akar kedua tanaman tersebut tidak fleksibel seperti tanaman yang lain. Butuh pengembangan teknologi untuk menjadikan kedua buah tersebut dapat berbuah melalui tambulampot. Menaman dan Merawat Tabulapot Metode menanam buah dalam pot yang dikembangkan sejak tahun 1970-an, telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari sisi teknologi hingga kuantitas tanaman yang mampu dibuahkan dalam tabulampot terus berkembang. Kualitas buahnya-pun mengalami peningkatan, buah mangga yang ditanam dengan metode biasa membutuhkan waktu hingga 5 tahun untuk berbuah, dalam tabulampot telah mampu berbuah dalam waktu tiga tahun. Hal itu tidak lain karena tambulampot ditanam dalam ruang yang terbatas, sehingga pasokan air dan pupuk dapat diatur sesuai keinginan dan tidak menyebar ke mana-mana. Nah, untuk menanam dan merawat tabulampot berikut teknisnya Bibit tabulampot Tingkat keberhasilan tabulampot sangat ditentukan oleh bibit tanaman yang dipilih. Ada dua jenis bibit tanaman yang dapat Anda pilih, bibit dari perbanyakan dari biji generatif dan bibit vegetatif perbanyakan dari cangkok, penyambungan atau okulasi. Untuk tambulampot sebaiknya Anda pilih bibit vegetatif, hal ini karena bibit vegetatif memiliki sifat yang sama dengan induknya. Berbeda dengan bibit generatif yang tidak mudah untuk itu, bibi vegetatif juga lebih cepat berbuah jika dibanding bibit generatif. Lagipula, bibit vegetatif juga mudah diketahui sifat-sifatnya. Kelamahanya, bibit vegetatif akarnya masih sedikit sehingga kurang kuat. Akibatnya bibit vegetatif mudah roboh dan kekeringan jika kebutuhan airnya tidak terjaga. Pilihlah bibit yang bebas dari hama ataupun penyakit tanaman. Anda bisa memilih bibit yang memiliki sertifikat. Media tanam Sebagai tempat tumbuhnya akar dan menopang postur tubuh, tabulampot membutuhkan media tanam. Ada banyak media tanam yang bisa dipilih. Yang pasti, pilih yang mampu menyimpan air dan nutrisi yang menjadi kebutuhan tanaman. Umumnya media tanam yang dipilih terbuat dari campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 111. Atau dengan perbandingan sama, bisa juga menggunakan campuran tanah, sekam padi, dan pupuk kambing. Silahkan klik disini untuk melihat media tanam yang kami jual. Pot sebagai wadah Pot digunakan sebagai wadah media tanam. Anda bisa memilih pot baik yang terbuat dari logam semacam drum, tanah liat, plastik, kayu dan semen. Hanya saja, pot yang terbuat dari tanah liat dan kayu adalah yang paling baik. Karena kedua pot tersebut memiliki tingkat kelembaban dan temperatur yang stabil. Meski keduanya memiliki kelemahan yang tidak tahan lama. Pilihlah pot yang memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini untuk memudahkan pengawasan saat akar tumbuh dan tidak menembus tanah, juga untuk aliran drainase. Klik disini untuk melihat aneka pot yang kami jual. Penanaman bibit tanaman Sesudah bahan-bahan di atas siap, penanaman buah dalam pot dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut Ambillah pot yang telah Anda pilih sesuai dengan ukuran tanaman lalu diisi dengan pecahan genteng sebagai dasar. Satu lapis saja. Lalu di atasnya isi dengan sabut kelapa atau ijuk satu lapis. Baru di atasnya diisi dengan media tanam sampai setinggi setangah pot. Jika bibit terlalu lebat, pangkas daunya baru buka polubag bibit dan letakkan ditengah-tengah. Timbun kembali dengan media tanam hingga ke pangkal batang bibit. Padatkan media tanam disekitar barang dengan menekan-nekan, pastikan bahwa tanamana sudah tertopang dengan sempurna. Siramlah dengan air secukupnya untuk kelembaban. Perawatan tabulampot Untuk perawatan, simpanlah tabulampot di tempat yang agak teduh. Siram setiap pagi atau sore, baru setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka yang terkena sinar matahari. Sampai dengan tabulampot berbuah, ada beberapa langkah perawatan yang harus dilakukan agar cepat berbuah dan tumbuh lebat Penyiraman. Setelah tabulampot diletakkan di ruang terbuka yang terkena sinar matahari, lakukan penyiraman setiap pagi atau sore hari. Kecuali pada musim hujan, dimana penyiraman hanya dilakukan jika media tanam kering. Pemangkasan. Pemangkasan dilakukan untuk tujuan pemangkasan produksi, pemangkasan bentuk, dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan bentuk untuk membentuk tajuk baru atau mengatur postur tanaman dan juga terkait dengan estetika. Pemangkasan tabulampot dapat dilakukan dengan teori 1-3-9. Artinya, setiap 1 batang primer maksimum ada 3 batang sekunder. 1 batang sekunder maksimum maksimal ada 3 batang tersier. Pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan pertama kali satu bulan setelah tanam. Baru Selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Ada baiknya menggunakan pupuk organik saja. Bisa pupuk kompos, pupuk kandang, atau pupuk cair. Hal ini karena unsur hara dalam pupuk organik jauh lebih banyak dibanding pupuk kimia. Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama sebenarnya dilakukan sejak pertama kali memilih bibit. Yaitu memilih bibit yang berkualitas. Pencegahan selama perawatan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media. Jika sudah terserang langkah pertama membersihkan hama bisa dilakukan secara manual, yaitu dengan mengambil hama atau memangkas daun. Saat berbuah ada baiknya buah dilindungi dengan plastik. Pergantian media dan pot. Tambulampot yang sudah memiliki ukuran tertentu harus dipindahkan ke media tanam dan pot yang lebih besar. hal ini untuk memastikan ruang gerak tabulampot tak terganggu sekaligus juga untuk mengganti media tanam. Saat pemindahan, akar juga harus dipangkas untuk mengurangi kepadatan akar. Yang perlu diperhatikan saat menanam buah dalam pot adalah penggunaan pestisida. Meski cepat an efektif menghilangkan hama, pestisida sebenarnya tidak baik untuk buah. Sehingga penggunaanya masih menjadi dilema. Silahkan klik disini untuk melihat aneka bibit tanaman buah kami dan klik disini untuk melihat aneka produk wadah tanam yang kami jual. Masuk FilterRumah TanggaTamanPertukanganAlat PerkebunanMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata produk untuk "pupuk agar tanaman cepat berbuah" 1 - 60 dari BOOSTER-PRO 250ML MEMPERCEPAT BUNGA & BUAH PADA SelatanBuaanaa 26AdFruitBoost 250ml - Booster Buah / Pupuk Pelebat 70+AdPupuk Pelebat Buah Organik PRObuah supaya tanaman subur cepat 2AdPUPUK KHUSUS DURIAN - SK 3%Jakarta TimurATSIS Official 2 rb+AdPUPUK BOOSTER-PRO 250ML MEMPERCEPAT BUNGA & BUAH PADA TANAMAN - BELI 1 2pupuk npk khusus buah-perangsang tanaman cepat SelatanTOKO BIAN' 2 rb+Parade DiskonPupuk Nutrisi Cepat Berbuah Lebat Semua Jenis Tanaman Plus Anti 30+boster mangga pupuk obat tanaman cepat Tanaman 18BEST SELLER PUPUK NPK KHUSUS BUAH-PERANGSANG TANAMAN CEPAT PusatToko 4Pupuk organik booster penyubur tanaman markisa agar cepat SelatanPETANI 12 Metode budidaya tabulampot merupakan suatu solusi bagi orang yang ingin menanam tanaman buah secara mandiri, namun memiliki keterbatasan lahan. Selain itu, tanaman buah yang dibudidayakan di dalam pot juga akan cepat berbuah serta proses perawatannya pun sangat simpel dan tidak sesulit jika tanaman buah ditanam pada lahan yang luas. Ada banyak tanaman buah yang bisa dibudidayakan secara tabulampot, salah satunya adalah jambu air. Jambu air merupakan buah yang cukup disukai sebagian besar orang karena kandungan airnya yang tinggi dan juga rasanya yang manis. Selain itu, menanam jambu air dengan cara tabulampot sangat cocok bagi Anda yang masih awam tentang dunia pertanian karena jambu air tetap dapat berbuah walaupun perawatan yang Anda terapkan ke tanaman tidak terlalu intens. Silahkan klik disini untuk melihat aneka produk bibit tanaman jambu yang kami jual. Baca juga Sukses Menanam dan Membuahkan Tabulampot Jeruk Nah, apakah Anda tertarik untuk mulai menanam jambu air dalam pot namun masih bingung bagaimana cara memulainya? Pada artikel ini, kami memiliki informasi lengkap perihal tabulampot jambu air. Berikut ulasannya. Varietas Jambu yang Cocok untuk Tabulampot Jambu air merupakan jambu yang memang asli berasal dari Indonesia, sehingga tentu saja kondisi iklim di Indonesia sangat baik untuk budidaya tabulampot. Jika Anda melakukan metode perawatan dengan benar, biasanya jambu air akan berbuah hingga 2 kali dalam setahun. Berikut merupakan varietas jambu yang cocok untuk dibudidayakan dalam pot. Jambu Cincalo Cincalo memiliki arti manis dan enak. Nah, dari namanya saja sudah ketahuan jika rasa dari jambu cincalo ini manis sehingga tentu saja akan disukai oleh banyak orang. Ciri jambu cincalo sendiri adalah bentuknya yang mirip lonceng, buahnya tidak berbiji, dan daging buahnya tebal. Warna kulit buahnya sendiri bermacam-macam, ada yang putih dan ada yang merah. Jambu Lilin Jambu lilin memiliki bentuk yang memanjang seperti lilin, dimana biasanya memiliki panjang antara 4,5 hingga 10 cm. Rasa buahnya sendiri cukup manis dan juga daging buahnya tebal. Buah ini tidak memiliki biji. Warna kulitnya juga dibagi menjadi dua, yaitu merah dan juga hijau. Jambu Apel Jenis jambu ini dinamakan jambu apel karena memang bentuknya yang sangat mirip dengan buah apel, yaitu berbentuk bulat. Selain itu, rasa jenis jambu ini juga sangat manis, sehingga akan menguntungkan untuk dikonsumsi sendiri atau dijual ke orang lain. Biasanya, jambu apel ini memiliki kulit berwarna hijau, namun setelah tua, warnanya akan berangsur-angsur menjadi putih. Jambu Air Bangkok Sesuai dengan namanya, jambu tipe ini berasal dari Bangkok di Thailand sana. Karena iklim Thailand dan Indonesia relatif sama, maka tidak ada masalah untuk membudidayakan tabulampot jambu jenis ini di Indonesia. Jambu bangkok memiliki bentuk yang bulat, kemudian kulitnya berwarna merah gelap, biasanya memiliki daging yang tebal dengan rasa yang sangat manis, sehingga akan disukai semua orang. Persiapan Menanam Tabulampot Jambu Air Setelah Anda menentukan varietas jambu air mana yang akan Anda budidayakan dengan metode tabulampot, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan beberapa hal yang diperlukan untuk proses penanaman. Apa sajakan yang harus dipersiapkan? Berikut ulasannya. Pemilihan Bibit Pemilihan bibit pada tanaman jambu sebaiknya didapatkan dari perbanyakan secara vegetatif, dalam artian bibit merupakan hasil cangkokan atau stek dari tanaman induk yang memang memiliki sifat yang unggul. Ada baiknya Anda mendapatkan bibit dari tanaman induk yang sudah pernah berbuah, sehingga Anda mengetahui secara pasti kualitas tanaman induknya. Pemilihan Media Tanam Sama seperti tanaman buah pada umumnya, jambu air dapat tumbuh pada tanah yang subur, kaya akan zat hara, penuh dengan kandungan air, dan tidak terlalu asam. untuk melakukan penanaman, maka campurkan tanah yang subur dengan pupuk kandang dengan rasio 11. Nah, yang patut dicatat adalah gunakan pupuk kandang yang sudah matang, karena ketika Anda menggunakan pupuk kandang yang belum matang, maka nanti akar jambu akan cepat membusuk. Pemilihan Pot Untuk tanaman jambu, pot yang Anda miliki haruslah memiliki diameter kira-kira sebesar 50 cm. Anda bebas mau membeli pot dari bahan apa saja, bisa pot dengan bahan semen atau pot dengan bahan plastik. Apapun jenis bahan pot yang Anda pilih, pastikan bahwa pot tersebut tidak mudah pecah dan rusak. Khusus untuk pot dari plastik, pastikan juga bahwa pot tersebut memiliki lubang-lubang di bagian dasarnya untuk memperlancar proses pembuangan air. Proses Penanaman Tabulampot Jambu Air Nah, setelah Anda mempersiapkan beberapa kebutuhan seperti yang telah dijelaskan diatas, maka sekarang Anda siap untuk melakukan penanaman bibit tanaman jambu air ke dalam pot. Berikut ini merupakan proses penanaman tabulampot jambu. Pertama, letakkan batu kerikil kecil-kecil atau pecahan genting rumah yang sudah tidak terpakai pada bagian dasar pot hingga ketinggiannya mencapai 5 cm. Hal ini bertujuan agar nantinya sistem sirkulasi udara dan air pada tanaman jambu bisa berjalan optimal. Kemudian mulailah memasukkan media tanam yang sudah disebutkan diatas ke dalam pot, yaitu tanah yang subur dan juga pupuk kandang dengan rasio 11. Masukkan media tanam tersebut hingga setengah dari isi pot terisi. Setelah itu, buka polibag bibit jambu dan letakkan bibit tanaman jambu tepat dibagian tengah pot, sehingga nantinya pertumbuhan akar bisa maksimal dan tidak mengganggu pertumbuhan. Isi kembali pot dengan media tanam berupa tanah subur dan pupuk kandang dengan rasio 11. Hentikan pengisian ketika media tanam sudah memiliki tinggi yang berjarak 2 cm dari bibir pot. Mulailah proses perawatan tabulampot jambu. Proses Perawatan Tabulampot Jambu Setelah Anda menanam bibit jambu dalam pot, maka tentu saja Anda perlu merawat tanaman tersebut agar menjadi cepat berbuah. Proses penanaman tabulampot akan menjadi sia-sia jika Anda tidak melakukan proses perawatan dengan benar. Berikut merupakan proses perawatan tabulampot jambu, sehingga nantinya jambu akan menjadi cepat berbuah. Penyiraman Sama seperti tanaman buah pada umumnya, tanaman jambu juga perlu disiram secara berkala setiap harinya. Lakukan penyiraman setiap 1-2 hari sekali. Jika sedang musim kemarau,. maka siramlah tanaman jambu sehari sekali. Namun jika sedang musim hujan, maka cukup disiram 2 kali sehari. Sewaktu menyiram, perhatikan media tanam dan jangan biarkan air sampai menggenang di media tanam karena hal tersebut akan mempercepat pembusukan akar. Gunakan air dari sumur dan hindari menggunakan air PAM secara langsung karena biasanya air PAM mengandung kaporit yang dapat meracuni tanaman. Pemupukan Untuk tanaman jambu, proses pemupukan baiknya dimulai setelah usia penanaman berusia 3 bulan. Nah, pemupukan ini akan maksimal jika Anda menggunakan pupuk kandang seperti kotoran domba atau kambing sebanyak 15 kg, kemudian campurkan dengan pupuk TS sebanyak 100 hingga 150 gram. Pemupukan dengan cara tersebut dapat dilakukan cukup 6 bulan itu, berikan pupuk NPK dengan rasio 151515 dengan takaran setara dengan 2 sendok makan sekali saja dalam sebulan. Untuk mempercepat proses pembuahan, jangan lupa juga untuk menambahkan pupuk TS, urea, dan KCl dengan takaran setara dengan 3 sendok teh dan juga minyak ikan sebanyak 5 kapsul sekali aja dalam 4 bulan. Pemangkasan Pertumbuhan cabang dan sulur yang terlalu panjang memang menandakan bahwa tanaman tumbuh dengan baik, namun cabang atau ranting yang terlalu panjang justru akan menghambat pertumbuhan tanaman, apalagi jika Anda membudidayakannya secara tabulampot. Untuk tanaman jambu, lakukanlah pemangkasan setiap muncul tunas baru. Namun, sisakan setidaknya 3 tunas terbaik dalam setiap ranting atau cabang. Selain pada percabangan, tunas yang tumbuh di air serta tunas liar juga perlu Anda pangkas agar pertumbuhan tanaman jambu menjadi optimal. Gunakan ZPT Khusus untuk tanaman jambu, pengaplikasian ZPT akan membantu untuk memicu pertumbuhan tanaman. ZPT sendiri adalah zat pengatur tumbuh yang akan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. ZPT yang dapat digunakan pada tanaman jambu adalah larutan Atonik. Setelah penanaman tabulampot berumur 1 tahun, maka Anda bisa memulai menyiramkan ZPT setiap 3 minggu sekali. Caranya adalah mencampurkan 1 cc Atonik ke dalam 1-2 liter air, kemudian siramkan pada media tanam tanaman jambu. Penanggulangan Hama Sama seperti tanaman pada umumnya, tanaman jambu pun sangat rentan untuk ditumbuhi hama. Hama yang biasanya mengganggu tanaman jambu adalah lalat buah. Untuk mengatasi lalat buah, maka semprotkan insektisida yang mengandung petragenol dan juga selalu bungkus buah yang belum matang dengan menggunakan plastik. Untuk hama lain seperti ulat, kutu buah, dan kutu daun dapat dibasmi dengan pengaplikasian insektisida dan fungisida sebanyak 2 kali seminggu. Proses Repotting Tabulampot Jambu Sama seperti tabulampot pada umumnya, proses repotting atau pergantian pot akan sangat penting untuk menunjang kesehatan pertumbuhan tanaman jambu. Proses repotting ini selain berfungsi untuk memperbarui media tanam, juga untuk memangkas akar-akar tanaman yang sudah memanjang. Akar yang sudah memanjang jika dibiarkan akan menghambat pertumbuhan karena akan mengganggu sirkulasi air dalam pot. Proses repotting pada tanaman jambu baiknya dilakukan saat usia penanaman sudah berusia 1 tahun. Caranya pun sangat mudah, Anda tinggal mengambil tanaman dari pot, kemudian Anda pangkas bagian akar yang terlalu panjang namun jangan sampai habis. Setelah itu, masukkan tanaman ke dalam pot yang baru dan isi pot yang baru dengan media tanam yang komposisi dan takarannya sama dengan yang sudah dibahas pada proses penanaman tabulampot jambu diatas. Nah, sekarang Anda sudah mengetahui segala informasi lengkap perihal tabulampot jambu sehingga proses budidaya tabulampot jambu Anda bisa berhasil. Walaupun memang cara perawatannnya sekilas cukup rumit, namun jika Anda melakukannya secara telaten maka pasti Anda akan memetik hasilnya dengan cepat. Selamat menanam tabulampot jambu air dan semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Anda juga bisa cek disini untuk melihat bibit tanaman jambu lainnya. Masuk

pupuk tabulampot agar cepat berbuah